Halaman

Sabtu, 28 Januari 2012

Teman Berduri

Disuatu universitas swasta terdapat remaja yang datang dari pedalaman dan ingin melanjutkan studinya hingga kejenjang yang lebih tinggi agar bisa membahagiakan keluarganya. Sebut saja remaja ini adalah cika. Cika hidup dengan cara mengekost disuatu rumah kost yang berada dijalan pisang. Ia hidup sendiri sejak memilih untuk kost.Karena ia bertekad ingin bisa membahagiakan kedua orang tua nya. Semenjak jadi mahasiswi, aktifitas nya hanya belajar dikamar yang kecil itu. Buat nafas aja mungkin sulit apalagi buat menerima teman datang dan bertamu dikamarnya itu. Saat teman yang baru ia kenal itu mengajak buat belajar bersama, tempat yang terbatas menjadi kendala saat itu. Namun keterbatasan yang diterima cika menjadi berkah karena rasa bersyukurnya masih bisa diberikan untuk kesempatan hidup didunia.


Seiring berjalannya waktu,cika hidup berdua dengan teman barunya. Hari-hari bersama temannya pun berawal dengan indah. Tidak ada kebohongan. Hanya ada canda tawa.

Namun kini kisah mereka berujung tragis. Berakhirnya kisah pertemanan mereka diawali dari ketidakterimaan ayu terhadap cika. Ayu menganggap bahwa tingkah ciika dan pacarnya selama ini telah melukainya dan menginjak-injak harga dirinya. Cika pun meminta maaf kepada ayu agar pertemanan diantara mereka tidak rusak. Memohon dengan tetesan air mata yang deras dengan penuh harapan agar cika dimaafkan oleh ayu. Kata “dimaafkan” keluar dari mulut ayu dan ia menginginkan agar kejadian ini tidak diungkit lagi. Cika menuruti kemauannya.



Seminggu kemudian....

Cika mengetahui bahwa ternyata firasat nya benar bahwa selama ini ayu hanya menglabui cika dengan ucapan baiknya namun menusuk dari belakang.

Tanpa senggaja cika melihat catatan kegalauan yang ditulis ayu yang tergeletak di bawah kolong tempat tidur cika. Cika kira itu hanya buku pelajarannya,sebab ayu menuliskan keluh kesahnya disebuah buku tulis yang biasa dipakai anak sekolahan. Saat dibuka ternyata itu buku pribadi ayu. Sesegera mungkin cika menutupnya dan menaruhnya ditempat ayu. Tak lama kemudian tiba-tiba ada angin kencang yang membuat sampul buku itu terbuka dan memancing rasa untuk menutupnya. Saat menutup sampul buku itu kemudian tanpa disengaja cika melihat ada nama nya dilembar halaman pertama itu. Sontak kaget dan tidak percaya pun terjadi. Kemudian cika tanpa ragu membaca semuanya. Ternyata perasaan yang tidak enak selama ini itu benar. Kecurigaannya pada ayu pun terbuka sudah. Namun cika mencoba untuk tidak mengungkitnya.

Makin lama sikap ayu berbeda kepada cika. Cika pun binggung apa yang terjadi. Hari demi hari cika jalani dengan kebodohan dan ketertipuan. Namun semenjak ia mengetahui rahasia terbesar yang ayu sembunyikan kepada cika dengan jelas sekali. Maka dari situ cika mulai memberanikan diri untuk menegur ayu. Teguran halus itu malah dikira sebagai pertengkaran yang harus dilakukan. Mulai dari situ caci maki selalu diterima cika yang awalnya hanya ingin minta penjelasan kepada ayu.

 
Next On..... : D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar